Rabu, 12 Oktober 2011

Membangkitkan Energi Positif

Diposting oleh shella kusumawardani di 01.16 0 komentar


APAKAH Anda pernah mendengar tentang hukum kekekalan energi yang disampaikan Isaac Newtown? Ilmuwan dunia terkenal itu menjelaskan bahwa setiap energi di bumi tidak pernah hilang dari kehidupan, tetapi hanya sekedar berubah bentuk saja.
Contohnya adalah zat cair yang menguap, kemudian akan mengembun dan akhirnya turun kembali menjadi hujan. Zat cair ini sesungguhnya tidak pernah berkurang dari kehidupan, hanya berubah bentuk dan akhirnya kembali lagi dalam keseimbangan sebagai zat cair di alam jagat raya ini.
Dalam kehidupan manusia pada umumnya, hukum kekekalan energi "Isaac Newton" sebenarnya juga berlaku dalam aplikasi kehidupan nyata sehari-hari. Didalam tubuh kita sudah tersimpan sumber energi yang tak terbatas. Setiap energi yang dilepaskan oleh tubuh kita, apakah itu energi positif maupun energi negatif sesungguhnya tidak pernah hilang dari muka bumi. Artinya setiap energi yang dipancarkan dari tubuh kita, nilainya tidak akan pernah berubah. Kalau yang kita pancarkan dari tubuh adalah energi positif, maka yang akan kembali adalah energi positif yang akan kita terima lagi.
Demikian juga sebaliknya, kalau energi negatif yang kita pancarkan, maka yang akan kembali ke kita adalah energi negatif. Sederhananya begini, dalam aplikasi nyata kehidupan manusia, kalau Anda menolong orang lain yang sedang memerlukan bantuan pertolongan, maka sebenarnya tubuh kita sedang memancarkan energi positif berupa tindakan positif kebaikan.
Energi positif kebaikan yang Anda pancarkan dari diri Anda, sesungguhnya tidak akan hilang dari muka bumi ini. Energi kebaikan yang anda pancarkan akan selalu ada di alam ini dan akan kembali kepada diri Anda. Bentuknya bisa saja sama, apakah kita ditolong kembali oleh orang lain pada saat memerlukan bantuan, atau bisa juga berubah dalam bentuk berbeda. Misalnya, Anda mendapatkan ketenangan jiwa,keselamatan hidup, kebahagiaan hati, penghargaan dari orang lain dan bahkan pahala dari Tuhan YME.
Dan luar biasanya lagi adalah, setiap orang yang senang berbagi energi kebaikan kepada orang lain, ia tidak akan pernah kekurangan sumber energi kebaikan dalam dirinya. Dalam kehidupan keagamaan kita, hal itu diperkuat dengan apa yang difirmankan Allah SWT, "Siapa saja yang memancarkan energi positifnya dengan berbagi, menolong dan mencintai sesama kehidupan dan seluruh isinya, maka Allah akan mengembalikan energi positif ini dalam kehidupan kita".
Bahkan dalam pandangan Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Sumber Energi Kehidupan, energi positif berupa kebaikan, cinta kasih tersebut akan dikembalikan dalam jumlah yang berlipat ganda.
Bentuk pengembalian yang kita terima bisa saja berupa makin dicintai orang lain, menerima banyak kasih sayang dari sesama manusia, mendapatkan kebaikan dan kemuliaan hidup, meraih kemudahan dalam berusaha, meraih keberhasilan dalam bekerja dan berbagai kemudahan hidup lainnya.

Dengan demikian kalau hidup semakin banyak digunakan untuk melepaskan energi positif dengan melakukan tindakan positif bagi orang lain, berbagi kebaikan, menolong sesama kehidupan, dibandingkan dengan hanya mementingkan diri sendiri, akan semakin mengangkat derajat seseorang di hadapan manusia dan di hadapan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan dengan daya ungkit energi positif bagi kesuksesan. Semakin besar energi positif dalam hidup yang kita pancarkan dari tubuh kita, akan menjadikan daya ungkit luar biasa dalam meninggikan kehidupan meraih sukses dan kemuliaan hidup. Hidup akan terasa menjadi semakin mudah, lebih tentram, semakin ringan dan membahagiakan hati.
Pertanyaannya sekarang apakah energi positif atau tindakan positif dalam bisnis itu benar ada? ditengah persaingan bisnis seperti ini? Bagaimana agar kita dapat meningkatkan sumber energi positif sehingga dapat menjadi roket pendorong?
Sumber energi positif sesungguhnya sudah ada dalam diri pribadi masing-masing individu. Seringkali kita tidak menyadari, kurang memahami atau bahkan tidak perduli dengan sumber energi dalam diri kita. Di dalam buku saya The Art of Life Revolution yang diterbitkan Elex Media Komputindo, dibahas apa saja energi positif dalam bisnis, pekerjaan dan hidup dan diuraikan bagaimana menghidupkan energi positif dalam karier, bisnis dan hidup sehingga meningkatkan kesuksesan. Disini kami ingin berbagi 4 tips agar dapat meningkatkan sumber energi sukses mulia dalam hidup:
1. Memiliki tujuan hidup yang dilandasi oleh idealisme pada nilai-nilai luhur dan kemuliaan
Dalam kehidupan, banyak sekali kita temukan orang-orang sukses dengan penghargaan tertinggi, menjadi pemimpin kebijaksanaan hidup, pembaharu kehidupan, karena mereka memiliki tujuan hidup yang dilandasi nilai-nilai Luhur dan kemuliaan. Mereka mengabdikan hidupnya untuk kepentingan sesamanya. Mereka memiliki idealisme tinggi dengan mengabdikan hidupnya untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Memberikan pelayanan kepada banyak umat manusia, mengabdikan hidup untuk dunia dan alam semesta, mengabdikan ilmu pengetahuannya untuk kemajuan peradaban dunia.

2. Aktivasi Kekuatan Hati Dengan Menumbuhkan Keikhlasan Berbagi Kebaikan
Keikhlasan dalam berbagai kebaikan adalah energi positif yang akan menyebar,yang tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga menciptakan lebih banyak lagi energi positif yang akan kembali kepada si pemberi. Ini adalah hukum kehidupan yang benar, tidak peduli apakah si pemberi menginginkan atau bahkan tidak menyadarinya. Siapapun yang memberi dengan ikhlas, tanpa disadarinya telah meningkatkan nilai "value" dirinya bagi kesuksesan. Siapa yang melepasakan energi positif kebaikan, akan meningkatkan energi positif yang mengalir kepadanya hingga melipatgandakan kebahagiaannya.

3. Filosfi hidup "memberi dan melupakan"
Prinsipnya memberi dan melupakan merupakan landasan berpikir ikhlas dari dalam hati. Memiliki keikhlasan melakukan pekerjaan positif, memancarkan energi kebaikan kepada orang lain. Kita hanya perlu meyakini bahwa setiap energi positif yang kita pancarkan sesungguhnya tidak akan pernah berkurang. Meyakini bahwa energi positif tidak hilang dari kehidupan, tetapi akan kembali mengalir kedalam diri kita. Kita tidak perlu kawatir akan menjadi kekurangan, tidak perlu memiliki ketakutan tentang masa depan yang belum pasti, karena kita meyakini suatu saat energi positif ini pasti akan kembali. Ini merupakan suatu keniscayaan atau suatu hukum alam yang sejati.

4. Menumbuhkan Jiwa Empati
Bagaimana caranya untuk dapat memiliki jiwa empati ? Cara sederhana adalah kita dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kita dapat mengerti apa yang dibutuhkan orang lain. Jadi mengelola hati untuk dapat membantu kebutuhan orang lain. Kita memiliki kepekaan dan kepedulian yang kemudian diinterpretasikan melalui tindakan nyata membantu orang lain.

Memiliki jiwa empati merupakan energi positif ini akan memberikan efek positif bagi kebahagiaan ketika melakukan kebaikan. Tidak mementingkan hidup untuk dirinya tetapi membagi kepedulian dengan segera mengulurkan tangannya bagi mereka yang membutuhkan tanpa harus diperintah orang lain.

Hikmah Shalat Tahajud

Diposting oleh shella kusumawardani di 00.59 0 komentar
Di antara ibadah sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW adalah shalat malam (Tahajud). Rasulullah mengerjakannya hingga kedua telapak kaki beliau bengkak-bengkak. Tahajud merupakan ibadah yang disyariatkan sebagai rahmat, tambahan kebaikan, dan keutamaan (QS Al-Muzzammil [73]: 1-4).

Shalat Tahajud menjadi jalan hidup dan amalan rutin bagi orangorang saleh (HR Tirmidzi); orangorang besar (takwa) (QS AdzDzariyat [51]: 17-18); 'Ibadurrahman (QS Al-Furqan [25]: 64); dan menjadi salah satu ciri orang-orang yang memiliki kesem purnaan iman (QS As-Sajdah [32]: 16-17).

Selain menjadi sumber energi keimanan, shalat Tahajud memiliki banyak manfaat yang dapat dirasa kan secara langsung oleh orang orang yang melaksanakannya.

Pertama, menjaga kesehatan. Sabda Nabi SAW, "Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari per buatan dosa, penghapus kesalah an, dan pencegah segala penyakit dari tubuh."

Kedua, merawat ketampanan atau kecantikan. "Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan/cantik di siang hari." (HR Ibnu Majah).

Ketiga, meningkatkan produktivitas kerja. "Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: `Malam masih panjang, maka tidurlah.' Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, maka terlepas satu ikatan, jika dia berwudhu, maka terlepas satu ikatan yang lainnya, dan jika dia melaksanakan shalat, maka terlepas semua ikatannya.

Pada akhirnya, dia akan menjadi segar dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas." (HR Bukhari).

Keempat, mempercepat tercapainya cita-cita dan rasa aman. "Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang lakilaki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah SWT berfirman kepada para MalaikatNya, "Apa yang mendorong hambaKu melakukan ini?" Mereka menjawab, "Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu." Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan." (HR Ahmad).

Kelima, melembutkan hati yang keras. Dari Abu Hanifah, "Saya tidak lebih dari satu ayat yang saya baca ketika melakukan shalat malam." Satu ayat tersebut dibaca berulang-ulang semalam suntuk, "Sesungguhnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit." (QS Al-Qamar [54]: 46). Karena itu,  bersegeralah untuk menunaikan shalat Tahajud dan raih manfaatnya (balasannya) (QS As-Sajdah [32]: 17). Wallahu a'lam.

Ketulusan Awal Segalanya

Diposting oleh shella kusumawardani di 00.52 0 komentar
Ketulusan adalah sebuah kesediaan seseorang untuk berbuat dengan hanya berharap kerelaan dan kecintaan pihak yang telah berjasa baik kepadanya. Seseorang yang bersedia untuk malakukan tugas dengan penuh tanggungjawab, amanah, mau berkorban, sepenuh waktu dan sepenuh jiwa adalah sebuah ketulusan.
Ketulusan dalam bahasa agama adalah keikhlasan. Sebuah persembahan amal hati yang tersembunyi dan amal perbuatan yang nampak dalam rangka mengharapkan keridloan dan kecintaan Sang Pencipta merupakan keihklasan yang semestinya. Ihklas inilah yang merupakan nama sebuah ketulusan karena Allah. Ketulusan yang tidak semata-mata karena Allah SWT bukanlah disebut ikhlas.
Ketulusan karena Allah semata atau keikhlasan yang menjadi awal dari segalanya. Carut marutnya fenomena korupsi, penyalahgunaan wewenang, penghianatan pegawai, pendzoliman kebijakan, dan perilaku menyimpang lainnya adalah akibat dari ketulusan yang salah. Dalam dunia pendidikan timbulnya kekerasan pendidikan berupa melabeli siswa bodoh, mengajar membosankan, sering memarahi siswa, dan perilaku lain yang tidak membuat siswa nyaman untuk belajar adalah akibat ketulusan yang salah. Ketulusan yang salah tidak bisa disebut ikhlas. Ini juga awal sebuah petaka timbulnya berbagai kekerasan dalam pendidikan.
Ada dua hal yang perlu diluruskan dalam hal ketulusan yang menjadi awal dari segalanya, yaitu : Pertama, mengembalikan pemahaman tentang segala aktivitas kehidupan. Baik aktivitas hati, lisan, tulisan, dan semua aktivitas lainnya harus bermakna ibadah. Sesuai dengan definisi Syeikhul Islam Ibnu taimiyyah : “Ibadah adalah suatu ungkapan yang mencakup seluruh perbuatan hati, dan anggota badan yang diridloi dan dicintai oeleh Allah SWT. Baik lahir maupun batin”.
Kedua, Memurnikan niat semata karena Allah sampai pada tingkatan ikhlas haqiqi, sehingga bersih dari riya (ingin dilihat) dan sum’ah ) ingin terkenal). Allah SWT. Telah berfirman :
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah : 5)
Dan juga firman-Nya :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Al-Dzariyat 56)
Maka jika mulai dari bekerja mencari nafkah, menyekolahkan anak, mengajari anak atau murid, dan semua aktivitas hidup lainnya dimaknai sebagai ibadah yang dilakukan secara tulus karena Allah SWT, maka kebaikan dan keberkahan akan diperoleh yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya. Demikian juga saat kita rutin menambah ilmu, bersikap santun, dermawan, tidak sombong, melayani dan membantu masyarakat, jika disetting sebagai ibadah yang ikhlas karena Allah maka kedamaian dan kesejahteraan yang akan tercipta.
Berbeda sekali saat makna dan orientasinya salah, bukan ibadah yang diorientasikan untuk Allah semata. Tanapa ada keihlasan dalam bertindak, maka kerusakan-kerusakan moral, perampokan, penipuan, kursi jabatan menjadi barang lelang, pejabat berkolusi untuk korupsi, rakyatnya banyak menjadi perampok, tukang pajak jadi pemalak, ahli hukum jadi markus, dan lain-lain pasti erjadi.
Saat ini marilah kita mulai dari diri sendiri, kemudian merembet kepada anggota keluarga, dan masyarakat, segala aktivitas hidup bermakna ibadah yang ikhlas. Dari hal yang kelihatannya kecil, seperti neyekolahkan anak-anak juga semestinya dalam settingan ibadah yang ikhlas karena Allah semata. Bukan karena gengsi atau mimpi, bukan karena terpikat label-label sekolah berstandar internasional atau lainnya. Tetapi karena melaksanakan perintah Allah. Beribadah dengan tolabul ilmi, atau memfasilitasi anak-anak untuk tolabul ilmi di sekolah. Orientasikan untuk Allah, maka akan sukses dunianya, dan selamat akheratnya. Raihlah SBA (sekolah berbasis akhirat), bukan sekedar SBI (sekolah bertarip internasional).
Pilih sekolah yang menyuburkan ketaatan beribadah kepada Allah SWT.  Menagislah jika keluarga kita, atau anak kita tidak sholat. Menangislah kalau anak kita tidak lancar baca Quran. Menangislah kalau anak kita tidak berakhlak mulia. Menangislah kalau anak kita tidak tahu akan Tuhannya, Dan menagislah kalau anak kita tidak mengenal Nabi dan Rasulnya.
Takutlah dan menangislah akan peringatan Allah terhadap diri dan keluarga kita :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (At-Tahrim: 6)
Itulah sebuah amal yang diawali dengan ketulusan maka segalanya akan menjadi baik, sukses, dan berkah untuk diri dan lingkungan sekitar, bahkan dalam berbangsa dan bernegara. Ketulusan awal

Hati-hati dengan rindu

Diposting oleh shella kusumawardani di 00.45 0 komentar
angan pernah merindukan sesuatu secara berlebihan, karena yang demikian itu menyebabkan kegelisahan yang tak pernah padam. Seorang muslim akan bahagia ketika ia dapat menjauhi keluhan, kesedihan, dan kerinduan. Demikian pula ia dapat mengatasi keterasingan, keterputusasaan dan keterpisahan yang ia keluhkan. Betapapun yang demikian itu tanda kehampaan hati. Ibn Qayyim telah memberikan terapi yang sangat manjur tentangmasalah ini. Rasa suka yangberlebihan itu banyak sebabnya. Diantaranya,
1.Hati yang tak terisi oleh rasa cinta , rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah.
2.Membiarkan mata lajang, mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkanpada kesedihan dan keresahan. Rosulullah bersabda,” pandangan mata itu adalah satu dari sekian banyak anak panah iblis.” Jika kau liarkan matamu kepada semua mata, maka semua pemandangan akan membuatmu lelah.
3.Meremehkan ibadah, dzikir, do’a dan shalat nafilah.
Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar”.( Al-Ankabut:45)
Adapun obatnya,,,,
1.Berusaha untuk selalu berada di pintu0pintu abadah dan memohon kesembbuhan kepada yang maha agung
2.Merendahkan pandangan dan menjaga kemaluan.
3.Menjauhkan hati dari hal-hal yang bisa mengikat dan berusaha melupakannya
4.Menyibukkan diri dengan amal saleh dan berguna
5.Menikah secara syar’i
“Dan, diantara tanda-tanda kekuasaan –Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderungdan merasa tenteram kepadanya.” ( Ar-Rum:21)
Rosulullah barsabda,” wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang sudah mampu untuk menikah , hendaklah menikah.”

Rabu, 05 Oktober 2011

CARA MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA

Diposting oleh shella kusumawardani di 01.03 0 komentar
Bagaimana cara agar kita sebagai anak dapat membuat kedua ortu kita selalu bahagia?
Terkadang kita berpikir bagaimana cara kita dapat membalas jasa kebaikan yang telah diberikan kedua orang tua kita karena mereka telah membesarkan kita dan selalu menjaga kita serta selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Mungkin hanya sebuah pengorbanan kecil yang dapat kita berikan namun dapat membuat orang tua kita bahagia, minimal kamu dapat memulainya dari sekarang. Pengorbanan-pengorbanan tersebut ialah :

1. Berusahalah agar tidak membuat mereka marah, baik sebuah kemarahan kecil.

2. Berusahalah agar tidak melawan perkataan orang tua kita meskipun apa yang mereka katakan belum tentu benar.

3. Jika apa yang mereka katakan menurut kita belum tepat, cobalah untuk merundingkannya secara baik-baik, bagikan pengetahuan yang kita miliki kepada orang tua kita.

4. Selalu buat mereka tersenyum bahagia.

5. Selalu berdoa untuk mereka!

Pacaran itu Haram

Diposting oleh shella kusumawardani di 00.30 0 komentar

Kita sebagai umat muslim sudah tahu kalau pacaran itu hukumnya haram. Bahkan, sebatas bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram pun hukumnya adalah haram. Tidak ada manfaat dari pacaran, malah banyak banget mudhorotnya. Seperti mengganggu pelajaran, membuang-buang waktu, membuang-buang uang, rentan hamil di luar nikah dan sebagainya.
Pacaran itu hukumnya haram walau kamu berdalih pacaran jarak jauh sehingga tidak mungkin kontak fisik dan sebagainya. Walau kamu mencari-cari dalil yang bisa menghalalkan pacaran dan sebagainya. Sebagaimana ayat Al-Qur’an yang berbunyi:
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra ayat 32)
Di ayat ini tertulis bahwa janganlah kita mendekati zina. Jangan mendekati zina itu berarti jangan pacaran, karena zina (baca: seks bebas) pasti dimulai dari pacaran. Pacaran itu kan identik dengan pegang-pegangan tangan, pelukan, bahkan ciuman dan ujung-ujungnya bisa jadi hamil di luar nikah… Iiih, naudzubillah…
Zina itu sendiri terdiri atas beberapa jenis. Zina mata, zina tangan, zina kaki, zina telinga, zina mulut, zina hidung, zina kemaluan, dan zina hati. Jadi walaupun pacaran jarak jauh, yakin bisa menjaga hati?
Atau mungkin sebatas telepon. Suara wanita itukan hukumnya adalah aurat jika didengar oleh yang bukan mahram. Tidak mungkin kan, di telepon kamu tidak mendengar suaranya.
Dalil-Dalil Tentang Haramnya Pacaran
Berikut adalah dalil-dalil tentang haramnya berpacaran dari Al-Qur’an dan As-sunah:
1. Rasulullah SAW bersabda, “Kebanyakan yang menyebabkan seseorang masuk neraka adalah fajr (kemaluan)
2. Dari Ma’qil bin Yasar bin Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang dari kamu dengan jarum besi itu jauh lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)
3. Dari Asy-Syabi bahwa Nabi saw. ketika membai’at kaum wanita beliau membawa kain selimut bergaris dari Qatar lalu beliau meletakkannya di atas tangan beliau, seraya berkata, “Aku tidak berjabat (baca: menyentuh) tangan dengan wanita.” (HR Abu Daud dalam al-Marassi)
4. Hadits yang lain berbunyi, “Tidak halal darah seorang muslim, kecuali tiga orang, yaitu laki-laki yang berzina, orang yang membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya.”
5. Sa’ad bin Ubadah berkata, “Seandainya aku melihat seorang laki-laki berzina dengan istriku, maka akan aku penggal leher laki-laki itu dengan pedang
Perkataan Sa’ad itu sampai ke telinga Rasulullah SAW, dan beliau berkata, “Apa kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad? Sesungguhnya aku lebih cemburu daripada Sa’ad dan Allah lebih cemburu daripada aku. Oleh karena itu, Allah mengharamkan kekejian-kekejian yang tampak dan yang tersembunyi.”
6. Sesungguhnya Allah cemburu (tersinggung) dan seorang mukmin harus cemburu. Ketersinggungan Allah adalah ketika hamba-Nya melakukan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari Muslim)
7. Dalam hadits lain ketika beliau berkhotbah sholat gerhana matahari, beliau bersabda: “Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.
8. Dan sebagaimana disebutkan oleh Anas bin Malik, “Akan aku beritahu berita yang tidak akan diberitakan oleh seorangpun sesudahku. Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Termasuk tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan menyebarnya kebodohan, maraknya minuman khamar, dan perzinaan…

Filsafat Jawa

Diposting oleh shella kusumawardani di 00.19 0 komentar
    Saat ini kebudayaan Jawa, terutama Filsafat Jawa hampir hilang dari kehidupan masyarakat. Kehidupan kita yang cenderung “western” telah mengabaikan filsafat- filsafat Jawa tersebut. Padahal dalam filsafat-filsafat tersebut mengandung ajaran “adiluhung” yang sangat berguna bagi kehidupan masyarakat.
Filsafat Jawa pada dasarnya bersifat universal. Jadi filsafat Jawa bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jawa saja, tetapi juga bagi siapapun yang ingin mempelajarinya.
    Beberapa filsafat jawa yang biasa
- Memayu hayuning bawana (melindungi bagi kehidupan dunia)
- Sukeng tyas yen den hita (suka/bersedia menerima nasihat, kritik, tegoran)
- Jer basuki mawa beya (keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan)
- Ajining dhiri dumunung ing kedhaling lathi (nilai diri seseorang terletak pada gerak lidahnya)
- Ajining sarira dumunung ing busana (nilai badaniah seseorang terletak pada pakaiannya)
- Amemangun karyenak tyasing sesama (membuat enaknya perasaan orang lain)
- Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pasthi (Gejolak jiwa tidak bisa merubah kepatian)
- Budi dayane manungsa ora bisa ngungkuli garise Kang Kuwasa (Budi daya manusia tidak bisa mengatasi takdir Yang Maha Kuasa)
- Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti (kemarahan dan kebencian akan terhapus/hilang oleh sikap lemah lembut)
- Tan ngendhak gunaning janma (tidak merendahkan kepandaian manusia)

Rabu, 12 Oktober 2011

Membangkitkan Energi Positif



APAKAH Anda pernah mendengar tentang hukum kekekalan energi yang disampaikan Isaac Newtown? Ilmuwan dunia terkenal itu menjelaskan bahwa setiap energi di bumi tidak pernah hilang dari kehidupan, tetapi hanya sekedar berubah bentuk saja.
Contohnya adalah zat cair yang menguap, kemudian akan mengembun dan akhirnya turun kembali menjadi hujan. Zat cair ini sesungguhnya tidak pernah berkurang dari kehidupan, hanya berubah bentuk dan akhirnya kembali lagi dalam keseimbangan sebagai zat cair di alam jagat raya ini.
Dalam kehidupan manusia pada umumnya, hukum kekekalan energi "Isaac Newton" sebenarnya juga berlaku dalam aplikasi kehidupan nyata sehari-hari. Didalam tubuh kita sudah tersimpan sumber energi yang tak terbatas. Setiap energi yang dilepaskan oleh tubuh kita, apakah itu energi positif maupun energi negatif sesungguhnya tidak pernah hilang dari muka bumi. Artinya setiap energi yang dipancarkan dari tubuh kita, nilainya tidak akan pernah berubah. Kalau yang kita pancarkan dari tubuh adalah energi positif, maka yang akan kembali adalah energi positif yang akan kita terima lagi.
Demikian juga sebaliknya, kalau energi negatif yang kita pancarkan, maka yang akan kembali ke kita adalah energi negatif. Sederhananya begini, dalam aplikasi nyata kehidupan manusia, kalau Anda menolong orang lain yang sedang memerlukan bantuan pertolongan, maka sebenarnya tubuh kita sedang memancarkan energi positif berupa tindakan positif kebaikan.
Energi positif kebaikan yang Anda pancarkan dari diri Anda, sesungguhnya tidak akan hilang dari muka bumi ini. Energi kebaikan yang anda pancarkan akan selalu ada di alam ini dan akan kembali kepada diri Anda. Bentuknya bisa saja sama, apakah kita ditolong kembali oleh orang lain pada saat memerlukan bantuan, atau bisa juga berubah dalam bentuk berbeda. Misalnya, Anda mendapatkan ketenangan jiwa,keselamatan hidup, kebahagiaan hati, penghargaan dari orang lain dan bahkan pahala dari Tuhan YME.
Dan luar biasanya lagi adalah, setiap orang yang senang berbagi energi kebaikan kepada orang lain, ia tidak akan pernah kekurangan sumber energi kebaikan dalam dirinya. Dalam kehidupan keagamaan kita, hal itu diperkuat dengan apa yang difirmankan Allah SWT, "Siapa saja yang memancarkan energi positifnya dengan berbagi, menolong dan mencintai sesama kehidupan dan seluruh isinya, maka Allah akan mengembalikan energi positif ini dalam kehidupan kita".
Bahkan dalam pandangan Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Sumber Energi Kehidupan, energi positif berupa kebaikan, cinta kasih tersebut akan dikembalikan dalam jumlah yang berlipat ganda.
Bentuk pengembalian yang kita terima bisa saja berupa makin dicintai orang lain, menerima banyak kasih sayang dari sesama manusia, mendapatkan kebaikan dan kemuliaan hidup, meraih kemudahan dalam berusaha, meraih keberhasilan dalam bekerja dan berbagai kemudahan hidup lainnya.

Dengan demikian kalau hidup semakin banyak digunakan untuk melepaskan energi positif dengan melakukan tindakan positif bagi orang lain, berbagi kebaikan, menolong sesama kehidupan, dibandingkan dengan hanya mementingkan diri sendiri, akan semakin mengangkat derajat seseorang di hadapan manusia dan di hadapan Tuhan. Inilah yang saya maksudkan dengan daya ungkit energi positif bagi kesuksesan. Semakin besar energi positif dalam hidup yang kita pancarkan dari tubuh kita, akan menjadikan daya ungkit luar biasa dalam meninggikan kehidupan meraih sukses dan kemuliaan hidup. Hidup akan terasa menjadi semakin mudah, lebih tentram, semakin ringan dan membahagiakan hati.
Pertanyaannya sekarang apakah energi positif atau tindakan positif dalam bisnis itu benar ada? ditengah persaingan bisnis seperti ini? Bagaimana agar kita dapat meningkatkan sumber energi positif sehingga dapat menjadi roket pendorong?
Sumber energi positif sesungguhnya sudah ada dalam diri pribadi masing-masing individu. Seringkali kita tidak menyadari, kurang memahami atau bahkan tidak perduli dengan sumber energi dalam diri kita. Di dalam buku saya The Art of Life Revolution yang diterbitkan Elex Media Komputindo, dibahas apa saja energi positif dalam bisnis, pekerjaan dan hidup dan diuraikan bagaimana menghidupkan energi positif dalam karier, bisnis dan hidup sehingga meningkatkan kesuksesan. Disini kami ingin berbagi 4 tips agar dapat meningkatkan sumber energi sukses mulia dalam hidup:
1. Memiliki tujuan hidup yang dilandasi oleh idealisme pada nilai-nilai luhur dan kemuliaan
Dalam kehidupan, banyak sekali kita temukan orang-orang sukses dengan penghargaan tertinggi, menjadi pemimpin kebijaksanaan hidup, pembaharu kehidupan, karena mereka memiliki tujuan hidup yang dilandasi nilai-nilai Luhur dan kemuliaan. Mereka mengabdikan hidupnya untuk kepentingan sesamanya. Mereka memiliki idealisme tinggi dengan mengabdikan hidupnya untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Memberikan pelayanan kepada banyak umat manusia, mengabdikan hidup untuk dunia dan alam semesta, mengabdikan ilmu pengetahuannya untuk kemajuan peradaban dunia.

2. Aktivasi Kekuatan Hati Dengan Menumbuhkan Keikhlasan Berbagi Kebaikan
Keikhlasan dalam berbagai kebaikan adalah energi positif yang akan menyebar,yang tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga menciptakan lebih banyak lagi energi positif yang akan kembali kepada si pemberi. Ini adalah hukum kehidupan yang benar, tidak peduli apakah si pemberi menginginkan atau bahkan tidak menyadarinya. Siapapun yang memberi dengan ikhlas, tanpa disadarinya telah meningkatkan nilai "value" dirinya bagi kesuksesan. Siapa yang melepasakan energi positif kebaikan, akan meningkatkan energi positif yang mengalir kepadanya hingga melipatgandakan kebahagiaannya.

3. Filosfi hidup "memberi dan melupakan"
Prinsipnya memberi dan melupakan merupakan landasan berpikir ikhlas dari dalam hati. Memiliki keikhlasan melakukan pekerjaan positif, memancarkan energi kebaikan kepada orang lain. Kita hanya perlu meyakini bahwa setiap energi positif yang kita pancarkan sesungguhnya tidak akan pernah berkurang. Meyakini bahwa energi positif tidak hilang dari kehidupan, tetapi akan kembali mengalir kedalam diri kita. Kita tidak perlu kawatir akan menjadi kekurangan, tidak perlu memiliki ketakutan tentang masa depan yang belum pasti, karena kita meyakini suatu saat energi positif ini pasti akan kembali. Ini merupakan suatu keniscayaan atau suatu hukum alam yang sejati.

4. Menumbuhkan Jiwa Empati
Bagaimana caranya untuk dapat memiliki jiwa empati ? Cara sederhana adalah kita dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kita dapat mengerti apa yang dibutuhkan orang lain. Jadi mengelola hati untuk dapat membantu kebutuhan orang lain. Kita memiliki kepekaan dan kepedulian yang kemudian diinterpretasikan melalui tindakan nyata membantu orang lain.

Memiliki jiwa empati merupakan energi positif ini akan memberikan efek positif bagi kebahagiaan ketika melakukan kebaikan. Tidak mementingkan hidup untuk dirinya tetapi membagi kepedulian dengan segera mengulurkan tangannya bagi mereka yang membutuhkan tanpa harus diperintah orang lain.

Hikmah Shalat Tahajud

Di antara ibadah sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW adalah shalat malam (Tahajud). Rasulullah mengerjakannya hingga kedua telapak kaki beliau bengkak-bengkak. Tahajud merupakan ibadah yang disyariatkan sebagai rahmat, tambahan kebaikan, dan keutamaan (QS Al-Muzzammil [73]: 1-4).

Shalat Tahajud menjadi jalan hidup dan amalan rutin bagi orangorang saleh (HR Tirmidzi); orangorang besar (takwa) (QS AdzDzariyat [51]: 17-18); 'Ibadurrahman (QS Al-Furqan [25]: 64); dan menjadi salah satu ciri orang-orang yang memiliki kesem purnaan iman (QS As-Sajdah [32]: 16-17).

Selain menjadi sumber energi keimanan, shalat Tahajud memiliki banyak manfaat yang dapat dirasa kan secara langsung oleh orang orang yang melaksanakannya.

Pertama, menjaga kesehatan. Sabda Nabi SAW, "Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari per buatan dosa, penghapus kesalah an, dan pencegah segala penyakit dari tubuh."

Kedua, merawat ketampanan atau kecantikan. "Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan/cantik di siang hari." (HR Ibnu Majah).

Ketiga, meningkatkan produktivitas kerja. "Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: `Malam masih panjang, maka tidurlah.' Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, maka terlepas satu ikatan, jika dia berwudhu, maka terlepas satu ikatan yang lainnya, dan jika dia melaksanakan shalat, maka terlepas semua ikatannya.

Pada akhirnya, dia akan menjadi segar dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas." (HR Bukhari).

Keempat, mempercepat tercapainya cita-cita dan rasa aman. "Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang lakilaki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah SWT berfirman kepada para MalaikatNya, "Apa yang mendorong hambaKu melakukan ini?" Mereka menjawab, "Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu." Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan." (HR Ahmad).

Kelima, melembutkan hati yang keras. Dari Abu Hanifah, "Saya tidak lebih dari satu ayat yang saya baca ketika melakukan shalat malam." Satu ayat tersebut dibaca berulang-ulang semalam suntuk, "Sesungguhnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit." (QS Al-Qamar [54]: 46). Karena itu,  bersegeralah untuk menunaikan shalat Tahajud dan raih manfaatnya (balasannya) (QS As-Sajdah [32]: 17). Wallahu a'lam.

Ketulusan Awal Segalanya

Ketulusan adalah sebuah kesediaan seseorang untuk berbuat dengan hanya berharap kerelaan dan kecintaan pihak yang telah berjasa baik kepadanya. Seseorang yang bersedia untuk malakukan tugas dengan penuh tanggungjawab, amanah, mau berkorban, sepenuh waktu dan sepenuh jiwa adalah sebuah ketulusan.
Ketulusan dalam bahasa agama adalah keikhlasan. Sebuah persembahan amal hati yang tersembunyi dan amal perbuatan yang nampak dalam rangka mengharapkan keridloan dan kecintaan Sang Pencipta merupakan keihklasan yang semestinya. Ihklas inilah yang merupakan nama sebuah ketulusan karena Allah. Ketulusan yang tidak semata-mata karena Allah SWT bukanlah disebut ikhlas.
Ketulusan karena Allah semata atau keikhlasan yang menjadi awal dari segalanya. Carut marutnya fenomena korupsi, penyalahgunaan wewenang, penghianatan pegawai, pendzoliman kebijakan, dan perilaku menyimpang lainnya adalah akibat dari ketulusan yang salah. Dalam dunia pendidikan timbulnya kekerasan pendidikan berupa melabeli siswa bodoh, mengajar membosankan, sering memarahi siswa, dan perilaku lain yang tidak membuat siswa nyaman untuk belajar adalah akibat ketulusan yang salah. Ketulusan yang salah tidak bisa disebut ikhlas. Ini juga awal sebuah petaka timbulnya berbagai kekerasan dalam pendidikan.
Ada dua hal yang perlu diluruskan dalam hal ketulusan yang menjadi awal dari segalanya, yaitu : Pertama, mengembalikan pemahaman tentang segala aktivitas kehidupan. Baik aktivitas hati, lisan, tulisan, dan semua aktivitas lainnya harus bermakna ibadah. Sesuai dengan definisi Syeikhul Islam Ibnu taimiyyah : “Ibadah adalah suatu ungkapan yang mencakup seluruh perbuatan hati, dan anggota badan yang diridloi dan dicintai oeleh Allah SWT. Baik lahir maupun batin”.
Kedua, Memurnikan niat semata karena Allah sampai pada tingkatan ikhlas haqiqi, sehingga bersih dari riya (ingin dilihat) dan sum’ah ) ingin terkenal). Allah SWT. Telah berfirman :
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah : 5)
Dan juga firman-Nya :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Al-Dzariyat 56)
Maka jika mulai dari bekerja mencari nafkah, menyekolahkan anak, mengajari anak atau murid, dan semua aktivitas hidup lainnya dimaknai sebagai ibadah yang dilakukan secara tulus karena Allah SWT, maka kebaikan dan keberkahan akan diperoleh yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya. Demikian juga saat kita rutin menambah ilmu, bersikap santun, dermawan, tidak sombong, melayani dan membantu masyarakat, jika disetting sebagai ibadah yang ikhlas karena Allah maka kedamaian dan kesejahteraan yang akan tercipta.
Berbeda sekali saat makna dan orientasinya salah, bukan ibadah yang diorientasikan untuk Allah semata. Tanapa ada keihlasan dalam bertindak, maka kerusakan-kerusakan moral, perampokan, penipuan, kursi jabatan menjadi barang lelang, pejabat berkolusi untuk korupsi, rakyatnya banyak menjadi perampok, tukang pajak jadi pemalak, ahli hukum jadi markus, dan lain-lain pasti erjadi.
Saat ini marilah kita mulai dari diri sendiri, kemudian merembet kepada anggota keluarga, dan masyarakat, segala aktivitas hidup bermakna ibadah yang ikhlas. Dari hal yang kelihatannya kecil, seperti neyekolahkan anak-anak juga semestinya dalam settingan ibadah yang ikhlas karena Allah semata. Bukan karena gengsi atau mimpi, bukan karena terpikat label-label sekolah berstandar internasional atau lainnya. Tetapi karena melaksanakan perintah Allah. Beribadah dengan tolabul ilmi, atau memfasilitasi anak-anak untuk tolabul ilmi di sekolah. Orientasikan untuk Allah, maka akan sukses dunianya, dan selamat akheratnya. Raihlah SBA (sekolah berbasis akhirat), bukan sekedar SBI (sekolah bertarip internasional).
Pilih sekolah yang menyuburkan ketaatan beribadah kepada Allah SWT.  Menagislah jika keluarga kita, atau anak kita tidak sholat. Menangislah kalau anak kita tidak lancar baca Quran. Menangislah kalau anak kita tidak berakhlak mulia. Menangislah kalau anak kita tidak tahu akan Tuhannya, Dan menagislah kalau anak kita tidak mengenal Nabi dan Rasulnya.
Takutlah dan menangislah akan peringatan Allah terhadap diri dan keluarga kita :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (At-Tahrim: 6)
Itulah sebuah amal yang diawali dengan ketulusan maka segalanya akan menjadi baik, sukses, dan berkah untuk diri dan lingkungan sekitar, bahkan dalam berbangsa dan bernegara. Ketulusan awal

Hati-hati dengan rindu

angan pernah merindukan sesuatu secara berlebihan, karena yang demikian itu menyebabkan kegelisahan yang tak pernah padam. Seorang muslim akan bahagia ketika ia dapat menjauhi keluhan, kesedihan, dan kerinduan. Demikian pula ia dapat mengatasi keterasingan, keterputusasaan dan keterpisahan yang ia keluhkan. Betapapun yang demikian itu tanda kehampaan hati. Ibn Qayyim telah memberikan terapi yang sangat manjur tentangmasalah ini. Rasa suka yangberlebihan itu banyak sebabnya. Diantaranya,
1.Hati yang tak terisi oleh rasa cinta , rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah.
2.Membiarkan mata lajang, mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkanpada kesedihan dan keresahan. Rosulullah bersabda,” pandangan mata itu adalah satu dari sekian banyak anak panah iblis.” Jika kau liarkan matamu kepada semua mata, maka semua pemandangan akan membuatmu lelah.
3.Meremehkan ibadah, dzikir, do’a dan shalat nafilah.
Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar”.( Al-Ankabut:45)
Adapun obatnya,,,,
1.Berusaha untuk selalu berada di pintu0pintu abadah dan memohon kesembbuhan kepada yang maha agung
2.Merendahkan pandangan dan menjaga kemaluan.
3.Menjauhkan hati dari hal-hal yang bisa mengikat dan berusaha melupakannya
4.Menyibukkan diri dengan amal saleh dan berguna
5.Menikah secara syar’i
“Dan, diantara tanda-tanda kekuasaan –Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderungdan merasa tenteram kepadanya.” ( Ar-Rum:21)
Rosulullah barsabda,” wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang sudah mampu untuk menikah , hendaklah menikah.”

Rabu, 05 Oktober 2011

CARA MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA

Bagaimana cara agar kita sebagai anak dapat membuat kedua ortu kita selalu bahagia?
Terkadang kita berpikir bagaimana cara kita dapat membalas jasa kebaikan yang telah diberikan kedua orang tua kita karena mereka telah membesarkan kita dan selalu menjaga kita serta selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Mungkin hanya sebuah pengorbanan kecil yang dapat kita berikan namun dapat membuat orang tua kita bahagia, minimal kamu dapat memulainya dari sekarang. Pengorbanan-pengorbanan tersebut ialah :

1. Berusahalah agar tidak membuat mereka marah, baik sebuah kemarahan kecil.

2. Berusahalah agar tidak melawan perkataan orang tua kita meskipun apa yang mereka katakan belum tentu benar.

3. Jika apa yang mereka katakan menurut kita belum tepat, cobalah untuk merundingkannya secara baik-baik, bagikan pengetahuan yang kita miliki kepada orang tua kita.

4. Selalu buat mereka tersenyum bahagia.

5. Selalu berdoa untuk mereka!

Pacaran itu Haram


Kita sebagai umat muslim sudah tahu kalau pacaran itu hukumnya haram. Bahkan, sebatas bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram pun hukumnya adalah haram. Tidak ada manfaat dari pacaran, malah banyak banget mudhorotnya. Seperti mengganggu pelajaran, membuang-buang waktu, membuang-buang uang, rentan hamil di luar nikah dan sebagainya.
Pacaran itu hukumnya haram walau kamu berdalih pacaran jarak jauh sehingga tidak mungkin kontak fisik dan sebagainya. Walau kamu mencari-cari dalil yang bisa menghalalkan pacaran dan sebagainya. Sebagaimana ayat Al-Qur’an yang berbunyi:
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra ayat 32)
Di ayat ini tertulis bahwa janganlah kita mendekati zina. Jangan mendekati zina itu berarti jangan pacaran, karena zina (baca: seks bebas) pasti dimulai dari pacaran. Pacaran itu kan identik dengan pegang-pegangan tangan, pelukan, bahkan ciuman dan ujung-ujungnya bisa jadi hamil di luar nikah… Iiih, naudzubillah…
Zina itu sendiri terdiri atas beberapa jenis. Zina mata, zina tangan, zina kaki, zina telinga, zina mulut, zina hidung, zina kemaluan, dan zina hati. Jadi walaupun pacaran jarak jauh, yakin bisa menjaga hati?
Atau mungkin sebatas telepon. Suara wanita itukan hukumnya adalah aurat jika didengar oleh yang bukan mahram. Tidak mungkin kan, di telepon kamu tidak mendengar suaranya.
Dalil-Dalil Tentang Haramnya Pacaran
Berikut adalah dalil-dalil tentang haramnya berpacaran dari Al-Qur’an dan As-sunah:
1. Rasulullah SAW bersabda, “Kebanyakan yang menyebabkan seseorang masuk neraka adalah fajr (kemaluan)
2. Dari Ma’qil bin Yasar bin Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang dari kamu dengan jarum besi itu jauh lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)
3. Dari Asy-Syabi bahwa Nabi saw. ketika membai’at kaum wanita beliau membawa kain selimut bergaris dari Qatar lalu beliau meletakkannya di atas tangan beliau, seraya berkata, “Aku tidak berjabat (baca: menyentuh) tangan dengan wanita.” (HR Abu Daud dalam al-Marassi)
4. Hadits yang lain berbunyi, “Tidak halal darah seorang muslim, kecuali tiga orang, yaitu laki-laki yang berzina, orang yang membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya.”
5. Sa’ad bin Ubadah berkata, “Seandainya aku melihat seorang laki-laki berzina dengan istriku, maka akan aku penggal leher laki-laki itu dengan pedang
Perkataan Sa’ad itu sampai ke telinga Rasulullah SAW, dan beliau berkata, “Apa kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad? Sesungguhnya aku lebih cemburu daripada Sa’ad dan Allah lebih cemburu daripada aku. Oleh karena itu, Allah mengharamkan kekejian-kekejian yang tampak dan yang tersembunyi.”
6. Sesungguhnya Allah cemburu (tersinggung) dan seorang mukmin harus cemburu. Ketersinggungan Allah adalah ketika hamba-Nya melakukan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari Muslim)
7. Dalam hadits lain ketika beliau berkhotbah sholat gerhana matahari, beliau bersabda: “Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.
8. Dan sebagaimana disebutkan oleh Anas bin Malik, “Akan aku beritahu berita yang tidak akan diberitakan oleh seorangpun sesudahku. Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Termasuk tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan menyebarnya kebodohan, maraknya minuman khamar, dan perzinaan…

Filsafat Jawa

    Saat ini kebudayaan Jawa, terutama Filsafat Jawa hampir hilang dari kehidupan masyarakat. Kehidupan kita yang cenderung “western” telah mengabaikan filsafat- filsafat Jawa tersebut. Padahal dalam filsafat-filsafat tersebut mengandung ajaran “adiluhung” yang sangat berguna bagi kehidupan masyarakat.
Filsafat Jawa pada dasarnya bersifat universal. Jadi filsafat Jawa bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jawa saja, tetapi juga bagi siapapun yang ingin mempelajarinya.
    Beberapa filsafat jawa yang biasa
- Memayu hayuning bawana (melindungi bagi kehidupan dunia)
- Sukeng tyas yen den hita (suka/bersedia menerima nasihat, kritik, tegoran)
- Jer basuki mawa beya (keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan)
- Ajining dhiri dumunung ing kedhaling lathi (nilai diri seseorang terletak pada gerak lidahnya)
- Ajining sarira dumunung ing busana (nilai badaniah seseorang terletak pada pakaiannya)
- Amemangun karyenak tyasing sesama (membuat enaknya perasaan orang lain)
- Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pasthi (Gejolak jiwa tidak bisa merubah kepatian)
- Budi dayane manungsa ora bisa ngungkuli garise Kang Kuwasa (Budi daya manusia tidak bisa mengatasi takdir Yang Maha Kuasa)
- Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti (kemarahan dan kebencian akan terhapus/hilang oleh sikap lemah lembut)
- Tan ngendhak gunaning janma (tidak merendahkan kepandaian manusia)
 

shelluza Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal